0

Memahami Fotografi Inframerah (Infrared Photography)

…What you see is what u get. begitulah fotography pada awalnya, yang memindahkan pemandangan yang terlihat dari balik viewfinder ke bidang rekam berupa pelat kaca atau film. sinar yang terekam kemudian kita nikmati sebagai foto… 
Walau demikian, ada jenis sinar yang tidak tertangkap oleh mata, tapi seiring perkembangan teknologi fotography dapat pula kita potret,yaitu sinar inframerah(infrared). gambar hasilnya tidak wajar,dan justru inilah yang menjadi daya tarik utamanya.
saat kita melihat sesuatu, yang terjadi adalah adanya gelombang cahaya yang masuk ke mata,sementara mata manusia punya keterbatasan untuk melihat gelombang ini. hanya cahaya yang berpanjang gelombang 400nm (nanometer) sampai 700nm yang bisa kita lihat. Akibatnya,mata cuma menangkap warna merah sampai warna ungu,seperti pada spektrum pelangi (merah,jinga,kuning,hijau,biru,ungu).


di bawah warna ungu ada sinar ultraviolet dengan panjang gelombang lebih pendek dari 400nm, sedangkan di atas warna merah adalah sinar inframerah yang lebih panjang daripada 700nm. Fotografi umum merekam pemandangan yang diteruskan cahaya berpanjang gelombang normal antara 400nm sampai 700nm.
Untuk berbagai keperluan, para ilmuwan kemudian menciptakan film yang bisa merekam panjang gelombang di bawah 400nm dan di atas 700nm. Panas, misalnya, adalah gelombang juga, dan panjangnya di atas warna merah, alias lebih panjang dari 700nm.Guna merekam dan meyelidikinya, ilmuwan membuat film inframerah.
benda panas akan tampak berbeda dari benda dingin saat dipotret dengen film inframerah.
sejalan dengan waktu, para penggemar fotografi pun memakainya. mereka menyukainya,karena foto yang dihasilkan sangat mengejutkan, mengingat cahaya yang membakar film bukanlah cahaya yang terlihat oleh mata normal.
Last but not least adalah kenyataan bahwa fotografi film mulai ditinggalkan dengan hadirnya teknologi digital. kini fotografi IR umum dilakukan dengan kamera digital, karena selain film IR semakin sulit didapat,pengoperasiannya juga jauh lebih mudah,murah,dan praktis.
sensor digital mana pun bisa merekam jejak cahaya IR. namun tidak semua kamera digital bisa langsung dipakai untuk memotret IR,karena banyak produsen yang memasang filter hot mirror untuk menyaring cahaya IR yang masuk ke bidang rekamnya.
Bagaimanapun, cahaya IR sedikit banyak akan mempengaruhi gambar hasilnya.
Kamera seperti Nikon D100 dan nikon D70, punya filter hot mirror yang tidak terlalu pekat. Dua kamera tadi bisa dipakai untuk memotret saat sebuah filter IR dipasang di depan lensanya. namun kecepatan rana yang diperlukan sangatlah besar, terkadang sampai lebih dari 10detik.
kamera digital dengan filter hot mirror pekat harus dimodifikasi, agar bisa dipakai untuk memotret IR. Modifikasi dilakukan dengan mencopot filter hot mirror dan menyelipkan filter IR langusng di depan bidang perekam, bukan di depan lensa. Dengan demikian,pemotret bisa melihat pemandangan di jendela bidik selayaknya memotret normal, bahkan memakai kecepatan rana yang tinggi.
harap ingat, kamera digital yang sudah dimodifikasi untuk keperluan IR umumnya tidak bisa lagi digunakan untuk memotret normal.
READ MORE >>

0 komentar:

Poskan Komentar